Friday, January 30, 2015

Ibuku yang Termulia

Jiwamu bagaikan akimulator dalam hidupmu,,,
Engkau tanggung gerak-gerak yang kadang menerjang saat mengandungku,,,

Dua puluh tahun lamanya engkau  tumbuhkan elemen kestimbangan dalam jiwaku,,,

Ibu,,,

Kau bagaikan magnet cinta dalam hidupku,,,



Engkau Menyangiku  seperti air yang mengalir di fluida kehidupan,,,

Gengammu kurasakn bagaikan  kalor yang keluar dari besi saat dipanaskan,,,

Efek foto listrik kuhayalkan dalam fisika modern,,,

Ibu,,,

Engkau kokoh kan tulangku dengan energi,

Ketabahan,,,

Engkau  hidupkan harapanku dengan dinamika

Keimanan,,,

Engkau  bangunkan dengan masa depanku dengan hantaran

Doa Mu,,,

Ibu,,,

Kesedihkanu sangat membuat Elastisitas dalam hidupku,,,
Ingin ku persembahkan air mataku pada-Mu,,,
getaran harmønik yang mengeluarkan dalam jiwaku,,,

Akanku tumpuhkan semunya dibawah tapak kaki-Mu,,,

Ibu,,,

Akan ku berikan usaha dan energi untuk berbakti pada-Mu,,,
Semuanya itu tak kan mampu membayar setetes suplemen kebahagiaan yang engkau berikan padaku,,,

,,,,AKU CINTA IBU,,,


Karya:ikha Kadepa
 
sumber: http://www.kabarmapegaa.com/2015/01/puisi-ibuku-yang-termulia.html

SERENTAK

Embun menutupi jagat raya
Tak lagi terlihat panamora
Bukit kini tak terlihat indah
Menanti mentari dipagi hari
Tak ada lagi saling menghargai
Tangisan minta lolong terdengar
Seisi alam serentak bersuara 'M'.

PAHLAWANKU

Oh pahlawanku
bagaimanakah ku bisa membalas jasamu?
yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi
Haruskah aku turun ke medan perang?
Haruskah aku mandi belumuran darah?

Haruskah aku tertusuk pisau belati penjajah?
Aku tak tahu
cara untuk membalas jasamu
Kau rela mengorbankan nyawamu
demi suatu kemerdekaan
yang mungkin tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri
Oh pahlawanku
Kaulah bunga bangsa west papua
Kami kan megukir sejarah atas perjuanganmu