Kau selalu hadir di waktu malam
Kau datang menemani tidurku
Mencium dan memelukku erat dalam gelora
Kita merajut kembali cinta yang telah terkoyak
Kau menuruti ideku
menyusuri sepanjang pantai pasir putih nan indah
Bagai anak kita asyik bermain dalam gelombang ombak
Hingga kita pulang penuh bahagia menjelang malam
Hanya sebatas mimpi
Kau datang menghiasi malamku
Bertamasya sepanjang pantai
Memang hanya ini yang aku harapkan darimu
sebab semuanya mustahil bagiku
Untuk kita melangkah di dunia nyata
merajut kembali kisah cinta kita
Nabire-Papua, 2 November 2012.
Thursday, November 1, 2012
Saturday, July 14, 2012
PAPUA MANGSA INDONESIA
Sedikit lagi bangsa melanesia musnah
mengatasnamakan keadilan
mengatasnamakan keadilan
Nyawa-nyawa tak berdosa lenyap
sebab tiada tempat persembuyiannya
sebab tiada tempat persembuyiannya
Menjadi intipan penyamun
melindungi dirinya menjadi kewalahan
Selamat berjuang dan mempertahankan hidup!
melindungi dirinya menjadi kewalahan
Selamat berjuang dan mempertahankan hidup!
PAPUA MENANGIS
Di pengujung timur wilayah kolonial
Tempat berdansa sang koloni
Berlomba merebut gelar dewa siwa
Diantaranya rakyat menganga
Ditengah berlombanya sang koloni
Sungai kecil di Pipi tak membendung
Aliran darah rakyat tak bertepi
Membentuk lautan merah
Rakyat dinaungi awan gelap
Tertunduk kepala
Mengenang beribu raga yang telah tiada
Mengenang nama tanpa raga
Tempat berdansa sang koloni
Berlomba merebut gelar dewa siwa
Diantaranya rakyat menganga
Ditengah berlombanya sang koloni
Sungai kecil di Pipi tak membendung
Aliran darah rakyat tak bertepi
Membentuk lautan merah
Rakyat dinaungi awan gelap
Tertunduk kepala
Mengenang beribu raga yang telah tiada
Mengenang nama tanpa raga
By: Goo Benediktus
Organda, 12 Juni 2012
Wednesday, June 6, 2012
SELAMAT JALAN (Untuk Mengenangmu)
Merajanya sang kolonialisme di setiap lorong kehidupan
Nyawa berantakan dalam kelamnya sifat
... Tak pandang manusia sang citra Allah
Hidup ini memang penuh muram
Diliputi awan gelap
Membawa manusia tanpa peduli
Dihempas peluruh negara
Bagai pusaka leluhurnya
Yang tak kenal manusia seperti dirinya
Dituduh yang lain pelakunya
Sampai mengingkari kelakuan pribadi
Yang sebenar-benarnya dia
Selamat jalan kawan
Jika mereka tahu kau manusia
Bukan seperti demikian wafatmu
Pasti kupuji kebesaranmu sebagai manusia
Dan memang kuhargai
Tapi nyatanya mereka tidak menghargai
Kawan, anda bagai hewan
Begitu dipandangan mereka
Nyawamu melayang di pinggiran jalan trotoar
Selamat jalan kawan
Hanya kutitip sebuah doa duka
Tuhan pasti menghargai kemanusiaanmu
Honaratus Pigai
Papua, 04/06/2012.
Nyawa berantakan dalam kelamnya sifat
... Tak pandang manusia sang citra Allah
Hidup ini memang penuh muram
Diliputi awan gelap
Membawa manusia tanpa peduli
Dihempas peluruh negara
Bagai pusaka leluhurnya
Yang tak kenal manusia seperti dirinya
Dituduh yang lain pelakunya
Sampai mengingkari kelakuan pribadi
Yang sebenar-benarnya dia
Selamat jalan kawan
Jika mereka tahu kau manusia
Bukan seperti demikian wafatmu
Pasti kupuji kebesaranmu sebagai manusia
Dan memang kuhargai
Tapi nyatanya mereka tidak menghargai
Kawan, anda bagai hewan
Begitu dipandangan mereka
Nyawamu melayang di pinggiran jalan trotoar
Selamat jalan kawan
Hanya kutitip sebuah doa duka
Tuhan pasti menghargai kemanusiaanmu
Honaratus Pigai
Papua, 04/06/2012.
RATAPAN DALAM HIDUP
Sendiri mengais asa dari lubang kehidupan
Tembok kokoh kini hanya lukisan rapuh yang menggambarkan sarang
... Laba-laba hitam warna kehidupan
Bercatkan air mata dan kuas penderitaan.
Hari mulai senyap
Embun pengharapan kian turun
titik-titik gerimis kian jelas terlihat menatap jauh semu cermin sang jati
diri.
Kaku tuk ucapkan rahasia hati
Menatap jingga dalam pelaminan nestapa,
Mengayuhkan sampan pada titik keabadiaan meratap tangis
Menyayat berbelok ragu pada kenyataan yang belum pernah
teraih.
Kerinduan yg menggumpal bagai penyakit yang menjalar pada
tubuh
Pastikan semuanya akan tiba
Tunggu waktunya
Honaratus pigai
Bukit Keheningan, Port-Numbay (2/06/2012)
Tembok kokoh kini hanya lukisan rapuh yang menggambarkan sarang
... Laba-laba hitam warna kehidupan
Bercatkan air mata dan kuas penderitaan.
Hari mulai senyap
Embun pengharapan kian turun
titik-titik gerimis kian jelas terlihat menatap jauh semu cermin sang jati
diri.
Kaku tuk ucapkan rahasia hati
Menatap jingga dalam pelaminan nestapa,
Mengayuhkan sampan pada titik keabadiaan meratap tangis
Menyayat berbelok ragu pada kenyataan yang belum pernah
teraih.
Kerinduan yg menggumpal bagai penyakit yang menjalar pada
tubuh
Pastikan semuanya akan tiba
Tunggu waktunya
Honaratus pigai
Bukit Keheningan, Port-Numbay (2/06/2012)
Monday, May 28, 2012
BAGAI EMBUN PAGI
Hidup 'kan diakhiri kematian
bagai embun pagi yang lenyap
ketika sang mentari memancarkan terang cahayanya
... Setiap insan berlalu
menapaki bumi menuju tujuan akhir sebuah kehidupan
kehidupan dan segalanya di atas bumi ‘kan berlalu bagai embun pagi
hilang dan lenyap entah kemana
Bukit Meriam, 27 Mei 2012
bagai embun pagi yang lenyap
ketika sang mentari memancarkan terang cahayanya
... Setiap insan berlalu
menapaki bumi menuju tujuan akhir sebuah kehidupan
kehidupan dan segalanya di atas bumi ‘kan berlalu bagai embun pagi
hilang dan lenyap entah kemana
Bukit Meriam, 27 Mei 2012
Friday, May 25, 2012
MURAMNYA HIDUP
Kelicikan buruk manusia
Menghancurkan hidup
Membuat dunia gelap
Manusia hidup dalam berantakan satu sama lain
Semua ini terjadi begitu cepat
Dalam tindakan dehumanisasi
Perilaku hidup menjadi tidak sehat
Merongrong kekekalan jiwa
Pun kebahagiaan abadi
Segalanya berjalan seadanya
Demikian terjadi
Entah melompat moral
Dalam kegalauan manusia munafik
Membawa kegelapan di nusantara terang
Muramnya hidup yang indah
Honny Pigai
Bukit keheningan – Port-Numbay, 16 Mei 2012
Wednesday, May 16, 2012
PILIHAN HATI
Terbayang,
Anggrek putih berkilau
mekar mewangi menggugah hatiku
Tapi hatiku berbisik,
'Kita harus mencari dan memilih anggrek hitam'
Ya,
Anggrek hitam yang baru mekar
yang tak 'kan pernah layu lagi
Sejauh aku menatap
hingga nafasku berpulang
Semarang, 06/05/2012
Anggrek putih berkilau
mekar mewangi menggugah hatiku
Tapi hatiku berbisik,
'Kita harus mencari dan memilih anggrek hitam'
Ya,
Anggrek hitam yang baru mekar
yang tak 'kan pernah layu lagi
Sejauh aku menatap
hingga nafasku berpulang
Semarang, 06/05/2012
Sunday, May 13, 2012
KERINDUAN HATI
Malam, bintang berhamburan di langit
Setiap insan menikmati tanpa bayar
Lantunan musik slow rock ala Yalimo menemani
Mengingatkanku akan mereka
Suara merdu membumbung di alam bebas
Perpaduan suara bersama tangisan luka sukma
Kedengaran di pinggir pantai
Meniru gaya
Walau beda, kau pasti
Ombak menderuh, angin melambai
Rumput pun goyang
Setujukah mereka?
Pasti
Buatlah seuntai kata menjadi
Lagu untuk membawa harapan
Nyanyilah bersama mereka
selagi kau dan dia bersatu
Untuk dia, biar mereka sadar
Sentuhkan hatinya bersama jiwamu
Padukan
Ya... kau harus padukan
Tubuh, jiwa dan raga
Buat, ini waktumu
Lihatlah... jiwa-jiwa kau tuntuti
Kaulah terang bagi mereka
Puaskan dengan hati
satukan hati dengan suara
Lihatlah aku, aku sedang menikmati
Bisakah kau?
Kau pasti bisa
Semua sudah jadi satu
hanyalah kau
Aku tunggu dalam penantian tak pasti
Abepura, Malam 08 Mei 2012
Setiap insan menikmati tanpa bayar
Lantunan musik slow rock ala Yalimo menemani
Mengingatkanku akan mereka
Suara merdu membumbung di alam bebas
Perpaduan suara bersama tangisan luka sukma
Kedengaran di pinggir pantai
Meniru gaya
Walau beda, kau pasti
Ombak menderuh, angin melambai
Rumput pun goyang
Setujukah mereka?
Pasti
Buatlah seuntai kata menjadi
Lagu untuk membawa harapan
Nyanyilah bersama mereka
selagi kau dan dia bersatu
Untuk dia, biar mereka sadar
Sentuhkan hatinya bersama jiwamu
Padukan
Ya... kau harus padukan
Tubuh, jiwa dan raga
Buat, ini waktumu
Lihatlah... jiwa-jiwa kau tuntuti
Kaulah terang bagi mereka
Puaskan dengan hati
satukan hati dengan suara
Lihatlah aku, aku sedang menikmati
Bisakah kau?
Kau pasti bisa
Semua sudah jadi satu
hanyalah kau
Aku tunggu dalam penantian tak pasti
Abepura, Malam 08 Mei 2012
KETIKA MEMILIH
Kata orang,
Hidup adalah pilihan
Memilih untuk memulai
Setiap insan memilih
untuk mengawali tapak hidup
Bebas berpikir dan bebas memilih
asal tidak keliru
Bebas memilih sahabat,
bebas memilih teman hidup,
bebas memilih impian,
bebas memilih tujuan akhir dari hidup.
Asal tidak keliru
Jogja, 13/05/2012
Hidup adalah pilihan
Memilih untuk memulai
Setiap insan memilih
untuk mengawali tapak hidup
Bebas berpikir dan bebas memilih
asal tidak keliru
Bebas memilih sahabat,
bebas memilih teman hidup,
bebas memilih impian,
bebas memilih tujuan akhir dari hidup.
Asal tidak keliru
Thursday, May 10, 2012
EMBRIO KENANGAN PAHIT
Kembali aku kenang
Alamku dijajah tangan jahil
demi pembangunan fisik belaka
Rakyatku dibantai
demi kepentingan para penguasa
Alamku merintih penuh cucuran air mata
Bumiku menangis air mata darah
Rakyatku menderita dan mati terbunuh
Mereka tidak mencintai alamku
Mereka tidak mencintai rakyatku
sebab mereka tidak mengenal cinta kasih
Mereka hanya membutuhkan kandungan bumiku
Aku ingin bangkit dan lawan
Tapi kurasa tubuhku tiada daya
sebab dekapan maut di depan mata
Namun aku mesti lawan
demi impian hari esok yang cerah
dan demi sebuah perubahan
Kini aku bangkit
menatap masa depanku yang bakal suram
Aku menatap kehijauhan hutan berubah coklat
Aku menatap kebiruan lautanberubah coklat keabu-abuan
Aku menatap rakyatku hilang satu demi satu
dan semakin musnah bahkan musnah total
Tangisan hatiku merintih
Aku melangkah perlahan sambil memupuk benih kebencian
sebab deritaku tiada ujung
Damai kudambakan konflik kudapatkan
Aku mesti membela kebenaran dan keadilan
demi kedamaian
Kedamaian yang menjadi dambaan setiap insan
Jogja, 10/05/2012
Alamku dijajah tangan jahil
demi pembangunan fisik belaka
Rakyatku dibantai
demi kepentingan para penguasa
Alamku merintih penuh cucuran air mata
Bumiku menangis air mata darah
Rakyatku menderita dan mati terbunuh
Mereka tidak mencintai alamku
Mereka tidak mencintai rakyatku
sebab mereka tidak mengenal cinta kasih
Mereka hanya membutuhkan kandungan bumiku
Aku ingin bangkit dan lawan
Tapi kurasa tubuhku tiada daya
sebab dekapan maut di depan mata
Namun aku mesti lawan
demi impian hari esok yang cerah
dan demi sebuah perubahan
Kini aku bangkit
menatap masa depanku yang bakal suram
Aku menatap kehijauhan hutan berubah coklat
Aku menatap kebiruan lautanberubah coklat keabu-abuan
Aku menatap rakyatku hilang satu demi satu
dan semakin musnah bahkan musnah total
Tangisan hatiku merintih
Aku melangkah perlahan sambil memupuk benih kebencian
sebab deritaku tiada ujung
Damai kudambakan konflik kudapatkan
Aku mesti membela kebenaran dan keadilan
demi kedamaian
Kedamaian yang menjadi dambaan setiap insan
Jogja, 10/05/2012
Wednesday, May 9, 2012
DIA MEMANGGIL
Suara merdu sayup terdengar
dalam bisingan kehidupan
Suara itu memanggil namaku
Memanggil dan terus memanggil
Suara itu kembali terdengar sayup
Dalam sekejap hilang tertelan desingan
Aku berlari mencari tempat tersunyi
Suara itu pun tak henti memanggil namaku
Aku tak yakin siapa dia gerangan
memanggil namaku
Namun aku turut mendengar
suara yang kini terdengar jelas
Dia memanggil namaku
22/04/2012
dalam bisingan kehidupan
Suara itu memanggil namaku
Memanggil dan terus memanggil
Suara itu kembali terdengar sayup
Dalam sekejap hilang tertelan desingan
Aku berlari mencari tempat tersunyi
Suara itu pun tak henti memanggil namaku
Aku tak yakin siapa dia gerangan
memanggil namaku
Namun aku turut mendengar
suara yang kini terdengar jelas
Dia memanggil namaku
22/04/2012
SEJAK KAU PERGI
Duniaku 'kan terasa indah
sejak kau pergi
Tanpamu, aku merasa bebas
Bebas meniti hari hidupku
Menuju impian terindah
Selagi aku bernafas
tak lupa aku berdamai denganmu
Entah kapan, aku ingin seorang diri
hingga senja berlalu
Ternyata impian ini tiada ujungnya
aku harus rela berkorban
Disini aku mesti berjuang
Aku merelakan kepergianmu
sebab itulah jalan terindah untukku
10/05/2012
sejak kau pergi
Tanpamu, aku merasa bebas
Bebas meniti hari hidupku
Menuju impian terindah
Selagi aku bernafas
tak lupa aku berdamai denganmu
Entah kapan, aku ingin seorang diri
hingga senja berlalu
Ternyata impian ini tiada ujungnya
aku harus rela berkorban
Disini aku mesti berjuang
Aku merelakan kepergianmu
sebab itulah jalan terindah untukku
10/05/2012
Tuesday, May 8, 2012
AKU DAN TULISANKU (Merenung Dalam Permainan Kata)
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
...
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
Tulisanku adalah diriku
Diriku mustahil adalah tulisanku
Jari-jariku bekerja dengan otakku
Tapi tidak dengan diriku
Diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
Diriku adalah susunan tulang daging darah
Yang mungkin telah menyerap barang haram
Diriku bukan milikku
Tapi kepunyaan Sang Pencipta
Lingkunganku telah mengklaim demikian
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
Sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
Ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
Harapku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku
Tak dapat bercengkrama dengan prilakuku
Yang diproduksi oleh niatku yang subjektif
Tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
Sementara aku tak pernah berbuat yang sama kepada tulisanku.
Aku dan tulisanku
Adalah dari satu sumber
Yang sama-sama mendambakan kebebasan.
tak pernah menulis satu kata?
...
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
Tulisanku adalah diriku
Diriku mustahil adalah tulisanku
Jari-jariku bekerja dengan otakku
Tapi tidak dengan diriku
Diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
Diriku adalah susunan tulang daging darah
Yang mungkin telah menyerap barang haram
Diriku bukan milikku
Tapi kepunyaan Sang Pencipta
Lingkunganku telah mengklaim demikian
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
Sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
Ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
Harapku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku
Tak dapat bercengkrama dengan prilakuku
Yang diproduksi oleh niatku yang subjektif
Tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
Sementara aku tak pernah berbuat yang sama kepada tulisanku.
Aku dan tulisanku
Adalah dari satu sumber
Yang sama-sama mendambakan kebebasan.
Sunday, May 6, 2012
MELANGKAH MAJU
Aku terjatuh
bukan untuk selamanya
Aku mesti bangun
Bangun dari terjalnya jurang
Aku mesti bangun
melangkah untuk sebuah impian
Impian yang kupendam
Melangkah maju
demi sebuah tujuan mulia
membuka kedok terselubung
dibalik tangisan insan tak berdaya.
Semarang, 6/5/2012
bukan untuk selamanya
Aku mesti bangun
Bangun dari terjalnya jurang
Aku mesti bangun
melangkah untuk sebuah impian
Impian yang kupendam
Melangkah maju
demi sebuah tujuan mulia
membuka kedok terselubung
dibalik tangisan insan tak berdaya.
Semarang, 6/5/2012
GELAPNYA DUNIA
Duniaku, duniamu dan dunianya tampak gelap
Disini ada perang
Disana ada teror
... Disitu ada intimidasi
Dimana-mana ada kekerasan
Dunia kita gelap
Maka,
Pembawa terang dinantikan
Sang pejuang dibutuhkan
Sang pembelah diharapkan
sebab dunia kita kian gelap
Jogja, 5/5/2012
Disini ada perang
Disana ada teror
... Disitu ada intimidasi
Dimana-mana ada kekerasan
Dunia kita gelap
Maka,
Pembawa terang dinantikan
Sang pejuang dibutuhkan
Sang pembelah diharapkan
sebab dunia kita kian gelap
Jogja, 5/5/2012
Sunday, April 29, 2012
DAMAI ITU BEBAS
di sini damai diimpikan segelintir orang
yang peduli akan nilai kemanusiaan
Hanya segelintir orang
keluar dari kepentingan sesaat
Disana mereka menemukan kebenaran hakiki
Mereka pula memandang keadilan sejati
Berjuang demi kebebasan
untuk keluar dari penderitaan
Kedamaian pribadi terpancar
merangkul kedamaian banyak orang
sebab damai itu bebas
Jogjakarta, 28 April 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)