Monday, May 28, 2012

BAGAI EMBUN PAGI

Hidup 'kan diakhiri kematian
bagai embun pagi yang lenyap
ketika sang mentari memancarkan terang cahayanya
... Setiap insan berlalu
menapaki bumi menuju tujuan akhir sebuah kehidupan
kehidupan dan segalanya di atas bumi ‘kan berlalu bagai embun pagi
hilang dan lenyap entah kemana

Bukit Meriam, 27 Mei 2012

Friday, May 25, 2012

MURAMNYA HIDUP


Kelicikan buruk manusia
Menghancurkan hidup
Membuat dunia gelap

Manusia hidup dalam berantakan satu sama lain
Semua ini terjadi begitu cepat
Dalam tindakan dehumanisasi

Perilaku hidup menjadi tidak sehat
Merongrong kekekalan jiwa
Pun kebahagiaan abadi

Segalanya berjalan seadanya
Demikian terjadi
Entah melompat moral

Dalam kegalauan manusia munafik
Membawa kegelapan di nusantara terang
Muramnya hidup yang indah

Honny Pigai
Bukit keheningan – Port-Numbay, 16 Mei 2012

Wednesday, May 16, 2012

PILIHAN HATI

Terbayang,
Anggrek putih berkilau
mekar mewangi menggugah hatiku
Tapi hatiku berbisik,
'Kita harus mencari dan memilih anggrek hitam'
Ya,
Anggrek hitam yang baru mekar
yang tak 'kan pernah layu lagi
Sejauh aku menatap
hingga nafasku berpulang

Semarang, 06/05/2012

Sunday, May 13, 2012

KERINDUAN HATI

Malam, bintang berhamburan di langit
Setiap insan menikmati tanpa bayar
Lantunan musik slow rock ala Yalimo menemani
Mengingatkanku akan mereka
Suara merdu membumbung di alam bebas
Perpaduan suara bersama tangisan luka sukma
Kedengaran di pinggir pantai
Meniru gaya
Walau beda, kau pasti
Ombak menderuh, angin melambai
Rumput pun goyang
Setujukah mereka?
Pasti
Buatlah seuntai kata menjadi
Lagu untuk membawa harapan
Nyanyilah bersama mereka
selagi kau dan dia bersatu
Untuk dia, biar mereka sadar
Sentuhkan hatinya bersama jiwamu
Padukan
Ya... kau harus padukan
Tubuh, jiwa dan raga
Buat, ini waktumu
Lihatlah... jiwa-jiwa kau tuntuti
Kaulah terang bagi mereka
Puaskan dengan hati
satukan hati dengan suara
Lihatlah aku, aku sedang menikmati
Bisakah kau?
Kau pasti bisa
Semua sudah jadi satu
hanyalah kau
Aku tunggu dalam penantian tak pasti

Abepura, Malam 08 Mei 2012


KETIKA MEMILIH

Kata orang,
Hidup adalah pilihan
Memilih untuk memulai
Setiap insan memilih
untuk mengawali tapak hidup
Bebas berpikir dan bebas memilih
asal tidak keliru
Bebas memilih sahabat,
bebas memilih teman hidup,
bebas memilih impian,
bebas memilih tujuan akhir dari hidup.
Asal tidak keliru


Jogja, 13/05/2012

Thursday, May 10, 2012

EMBRIO KENANGAN PAHIT

Kembali aku kenang
Alamku dijajah tangan jahil
demi pembangunan fisik belaka
Rakyatku dibantai
demi kepentingan para penguasa

Alamku merintih penuh cucuran air mata
Bumiku menangis air mata darah
Rakyatku menderita dan mati terbunuh

Mereka tidak mencintai alamku
Mereka tidak mencintai rakyatku
sebab mereka tidak mengenal cinta kasih
Mereka hanya membutuhkan kandungan bumiku

Aku ingin bangkit dan lawan
Tapi kurasa tubuhku tiada daya
sebab dekapan maut di depan mata

Namun aku mesti lawan
demi impian hari esok yang cerah
dan demi sebuah perubahan

Kini aku bangkit
menatap masa depanku yang bakal suram
Aku menatap kehijauhan hutan berubah coklat
Aku menatap kebiruan lautanberubah coklat keabu-abuan
Aku menatap rakyatku hilang satu demi satu
dan semakin musnah bahkan musnah total

Tangisan hatiku merintih
Aku melangkah perlahan sambil memupuk benih kebencian
sebab deritaku tiada ujung
Damai kudambakan konflik kudapatkan

Aku mesti membela kebenaran dan keadilan
demi kedamaian
Kedamaian yang menjadi dambaan setiap insan

Jogja, 10/05/2012

Wednesday, May 9, 2012

DIA MEMANGGIL

Suara merdu sayup terdengar
dalam bisingan kehidupan
Suara itu memanggil namaku
Memanggil dan terus memanggil
Suara itu kembali terdengar sayup
Dalam sekejap hilang tertelan desingan
Aku berlari mencari tempat tersunyi
Suara itu pun tak henti memanggil namaku
Aku tak yakin siapa dia gerangan
memanggil namaku
Namun aku turut mendengar
suara yang kini terdengar jelas
Dia memanggil namaku

22/04/2012

SEJAK KAU PERGI

Duniaku 'kan terasa indah
sejak kau pergi
Tanpamu, aku merasa bebas
Bebas meniti hari hidupku
Menuju impian terindah
Selagi aku bernafas
tak lupa aku berdamai denganmu
Entah kapan, aku ingin seorang diri
hingga senja berlalu
Ternyata impian ini tiada ujungnya
aku harus rela berkorban
Disini aku mesti berjuang
Aku merelakan kepergianmu
sebab itulah jalan terindah untukku

10/05/2012

Tuesday, May 8, 2012

AKU DAN TULISANKU (Merenung Dalam Permainan Kata)

Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
...
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?

Tulisanku adalah diriku
Diriku mustahil adalah tulisanku

Jari-jariku bekerja dengan otakku
Tapi tidak dengan diriku

Diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
Diriku adalah susunan tulang daging darah
Yang mungkin telah menyerap barang haram

Diriku bukan milikku
Tapi kepunyaan Sang Pencipta
Lingkunganku telah mengklaim demikian

Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
Sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati

Ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
Harapku bisa mendapat sapaan hormat yang sama

Tulisanku adalah produksi otakku
Tak dapat bercengkrama dengan prilakuku
Yang diproduksi oleh niatku yang subjektif

Tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
Sementara aku tak pernah berbuat yang sama kepada tulisanku.

Aku dan tulisanku
Adalah dari satu sumber
Yang sama-sama mendambakan kebebasan.

Sunday, May 6, 2012

MELANGKAH MAJU

Aku terjatuh
bukan untuk selamanya
Aku mesti bangun
Bangun dari terjalnya jurang
Aku mesti bangun
melangkah untuk sebuah impian
Impian yang kupendam
Melangkah maju
demi sebuah tujuan mulia
membuka kedok terselubung
dibalik tangisan insan tak berdaya.


Semarang, 6/5/2012


GELAPNYA DUNIA

Duniaku, duniamu dan dunianya tampak gelap
Disini ada perang
Disana ada teror
... Disitu ada intimidasi
Dimana-mana ada kekerasan
Dunia kita gelap
Maka,
Pembawa terang dinantikan
Sang pejuang dibutuhkan
Sang pembelah diharapkan
sebab dunia kita kian gelap

Jogja, 5/5/2012