Kembali aku kenang
Alamku dijajah tangan jahil
demi pembangunan fisik belaka
Rakyatku dibantai
demi kepentingan para penguasa
Alamku merintih penuh cucuran air mata
Bumiku menangis air mata darah
Rakyatku menderita dan mati terbunuh
Mereka tidak mencintai alamku
Mereka tidak mencintai rakyatku
sebab mereka tidak mengenal cinta kasih
Mereka hanya membutuhkan kandungan bumiku
Aku ingin bangkit dan lawan
Tapi kurasa tubuhku tiada daya
sebab dekapan maut di depan mata
Namun aku mesti lawan
demi impian hari esok yang cerah
dan demi sebuah perubahan
Kini aku bangkit
menatap masa depanku yang bakal suram
Aku menatap kehijauhan hutan berubah coklat
Aku menatap kebiruan lautanberubah coklat keabu-abuan
Aku menatap rakyatku hilang satu demi satu
dan semakin musnah bahkan musnah total
Tangisan hatiku merintih
Aku melangkah perlahan sambil memupuk benih kebencian
sebab deritaku tiada ujung
Damai kudambakan konflik kudapatkan
Aku mesti membela kebenaran dan keadilan
demi kedamaian
Kedamaian yang menjadi dambaan setiap insan
Jogja, 10/05/2012
No comments:
Post a Comment