Thursday, May 10, 2012

EMBRIO KENANGAN PAHIT

Kembali aku kenang
Alamku dijajah tangan jahil
demi pembangunan fisik belaka
Rakyatku dibantai
demi kepentingan para penguasa

Alamku merintih penuh cucuran air mata
Bumiku menangis air mata darah
Rakyatku menderita dan mati terbunuh

Mereka tidak mencintai alamku
Mereka tidak mencintai rakyatku
sebab mereka tidak mengenal cinta kasih
Mereka hanya membutuhkan kandungan bumiku

Aku ingin bangkit dan lawan
Tapi kurasa tubuhku tiada daya
sebab dekapan maut di depan mata

Namun aku mesti lawan
demi impian hari esok yang cerah
dan demi sebuah perubahan

Kini aku bangkit
menatap masa depanku yang bakal suram
Aku menatap kehijauhan hutan berubah coklat
Aku menatap kebiruan lautanberubah coklat keabu-abuan
Aku menatap rakyatku hilang satu demi satu
dan semakin musnah bahkan musnah total

Tangisan hatiku merintih
Aku melangkah perlahan sambil memupuk benih kebencian
sebab deritaku tiada ujung
Damai kudambakan konflik kudapatkan

Aku mesti membela kebenaran dan keadilan
demi kedamaian
Kedamaian yang menjadi dambaan setiap insan

Jogja, 10/05/2012

No comments:

Post a Comment